Loading...

CEGAH KEKERASAN DARI RUMAH, PERAN KELUARGA DIPERKUAT MELALUI PAAREDI

03 Sep 2026 Admin
CEGAH KEKERASAN DARI RUMAH, PERAN KELUARGA DIPERKUAT MELALUI PAAREDI

Pemahaman keluarga dalam mengenali dan mencegah kekerasan seksual serta kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) diharapkan semakin kuat setelah mengikuti Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Seksual dan KDRT melalui PAAREDI. Kegiatan ini memberikan bekal kepada keluarga dan masyarakat untuk lebih peka terhadap tanda-tanda kekerasan, membangun komunikasi yang sehat, serta mengetahui langkah yang dapat dilakukan ketika menemukan atau menghadapi kasus kekerasan.

Kegiatan tersebut digelar Dinas Sosial (Dinsos) Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (PPKB) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Hulu Sungai Tengah berkolaborasi dengan TP PKK Kabupaten Hulu Sungai Tengah, di Aula Gedung PKK, Rabu (12/8/2026).

Ketua TP PKK Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Ny. Deni Era Samsul Rizal, menekankan bahwa pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan ini diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam membangun keluarga yang aman dan nyaman. Menurutnya, upaya mencegah kekerasan perlu dimulai dari lingkungan keluarga dengan membangun komunikasi yang terbuka, memberikan perhatian terhadap perubahan perilaku anak, serta tidak mengabaikan tanda-tanda yang mengarah pada kekerasan.

Menurutnya, keluarga memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang mampu memberikan perlindungan bagi anak sekaligus menjaga keharmonisan antaranggota keluarga. Orang tua diharapkan dapat menerapkan pola pengasuhan tanpa kekerasan dan membangun hubungan yang dilandasi rasa saling menghargai.

Melalui PAAREDI, edukasi keluarga diperkuat melalui program KILAS (Keluarga Indonesia Lindungi Anak dari Kekerasan Seksual) yang mendorong keluarga untuk mampu mengenali risiko dan melakukan deteksi dini terhadap kekerasan seksual. Sementara melalui KISAH (Keluarga Indonesia Sejahtera Harmonis), keluarga didorong membangun pola hubungan yang sehat sebagai bagian dari upaya mencegah KDRT.

la juga mengingatkan bahwa kekerasan tidak selalu berbentuk tindakan fisik. Ucapan yang merendahkan, ancaman, intimidasi, sikap posesif berlebihan hingga penelantaran juga merupakan bentuk kekerasan yang perlu dikenali dan dicegah.

Karena itu, kepedulian masyarakat menjadi bagian penting dalam pencegahan kekerasan. Lingkungan diharapkan tidak memilih diam ketika mengetahui adanya persoalan dalam keluarga, tetapi dapat memberikan dukungan dan membantu menghubungkan korban atau keluarga yang membutuhkan dengan pihak yang dapat memberikan pendampingan. Melalui penguatan peran keluarga dan masyarakat tersebut, pencegahan kekerasan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan komunikasi yang sehat, pengasuhan tanpa kekerasan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, diharapkan semakin banyak keluarga di Hulu Sungai Tengah yang mampu menciptakan rumah sebagai tempat yang aman bagi setiap anggotanya.